Lucu, Ada yang Tuding Teror di Masjid Falatehan Sebuah Rekayasa

Peristiwa tragis kembali melanda ibukota. Dua anggota Brimob diserang oleh oknum terduga teroris, di Masjid Falatehan, depan Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Jumat (1/7/2017).

Di tengah ramainya pemberitaan soal aksi teror ini, sejumlah pihak membuat pernyataan seoalah-olah ada kejanggalan, rekayasa atau pengalihan isu dari peristiwa tersebut.

Menanggapi tudingan itu, pengamat politik Ray Rangkuti mengatakan, harusnya mereka yang membangun opini publik seperti itu memaparkan secara akademis sehingga tidak dianggap lelulon.

"Sekiranya memberi indikasi secara akademis bisa di pertahankan. Jangan otak-atik seperti itu loh. Kok tiba-tiba disebut pengalihan isu, ini lucu, nenjelaskannya seperti apa kalau dianggap pengalihan isu," kata Ray kepada Netralnews.com, Senin (3/7/2017).

Apalagi disebut Ray, kejadian ini bukan pertama kali terjadi, sebab rentetan serangan terhadap aparat kepolisian telah dilakukan beberapa kali oleh kelompok-kelompok yang terindikasi sebagai kelompok teroris ini.

"Sejak dari kasus Sarinah (Jakarta), ini yang kelima kali serangan terhadap polisi terjadi. Dengan intensitas serangan yang sedemikan rupa, masa ada orang mengatakan rekayasa lagi, rekayasa lagi, setidaknya beri petujuk dong rekayasannya seperti apa, dari sekian banyak peristiwa itu," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, dua anggota Brimob AKP Dede Suhatmi dan Briptu M. Syaiful Bakhtiar, diserang Mulyadi, terduga teroris, dengan menggunakan sebilah pisau. Akibatnya dua korban mengalami luka di bagian wajah dan leher.

Peristiwa ini terjadi usai dua anggota Brimob itu melaksanakan salat Isya di Masjid Falatehan, depan Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (30/6/2017), sekitar pukul 19.40 WIB.

Setelah melukai korbannya, pelaku sempat mengancam polisi lain dan jamaah di masjid tersebut, sambil mengacungkan sangkur dan meneriakkan thogut. Pelaku kemudian melarikan diri ke Terminal Blok M, polisi sempat memberikan tembakan peringatan, namun tidak dihiraukan. Akhirnya pelaku ditembak dan tewas di lokasi.

Menanggapi peristiwa tersebut, Aktivis Muhammadiyah, Mustofa Nahrawardaya lewat akun twitternya membuat cuitan yang mengundang pro-kontra warganet.

"ANALISA: Terorisnya ribet amat ya. Kalau mau nyasar Polisi, ngapain ke Masjid? bukannya tiap pagi banyak Polantas berseragam di jalanan?" ujarnya, Sabtu (1/7/2017).

Sementara tokoh Front Pembela Islam (FPI) Habib Novel Chaidir Bamukmin menduga, aksi teror berupa penusukan terhadap dua anggota Brimob itu merupakan pengalihan isu.

Isu yang ingin dialihkan, disebut Novel, salah satunya soal kebenaran penahanan terpidana kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

"Masalah terus, kenaikan listrik, kemudian dari pada Ahok ini dalam sel Mako Brimob ini ada atau tidak, itu kan lagi ramai. Soalnya sudah simpang siur, sementara kita dapat berita bahwa Ahok memegang alat komunikasi," ungkap Novel.




loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)

Populer