Kado Untuk Ahok, Djarot Jadikan Kolong Tol Kalijodo Taman, “Pemain Lama” Gigit Jari

Gerak cepat dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat untuk mengamankan Kalijodo kembali dikotori oleh bangunan liar. Bangunan liar memang sempat kembali menjamur di Kalijodo yang kemudian dengan sigap kembali berhasil ditertibkan oleh Satpol PP dengan bantuan kepolisian.

Penertiban dilakukan karena bangunan liar di kolong tol Kalijodo bukan hanya berupa tempat tinggal, melainkan juga ada kafe. Kafe tersebut ternyata dijadikan tempat hiburan malam dan diduga juga menjadi tempat untuk melampiaskan nafsu maksiat lelaki hidung belang. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya sejumlah botol miras, kondom, serta sejumlah barang terlarang lainnya.



Penertiban dilakukan dengan lancar dan tanpa ada perlawanan dari para penghuni bangunan liar. Dari hasil pengamatan, bermunculannya bangunan liar di kolong tol Kalijodo disinyalir adalah perbuatan pemain lama yang dulu berkuasa di kawasan Kalijodo.

Pemain lama yang dimaksud adalah Grupnya Daeng Aziz sama Daeng Jamal. Siapa lagi yang berani bermain di daerah Kalijodo kalau bukan para pemain lama. Kalau ada grup pemain baru yang mau bermain di Kalijodo, pasti akan berhadapan dengan Grupnya Daeng Aziz sama Daeng Jamal.

Karena begitulah premanisme. Mereka selalu menjadi penguasa di sebuah daerah dan hanya bisa dikuasai grup lain dengan merebutnya. Bisa dengan cara bayar atau dengan cara hajar. Ibarat anjing yang sudah kencingi suatu daerah akan marah dan menggonggong kalau ada anjing lain masuk daerah kekuasaannya.

Djarot sendiri sudah meminta izin kepada Kemenpupera untuk memakai kolong tol kalijodo sebagai taman dan lahan parkir pengunjung RPTRA Kalijodo. Hal ini memang harus segera dilakukan karena sedikit saja lalai dan dibiarkan terbengkalai, maka akan muncul lagi bangunan liarnya.

“Kami sudah minta kepada PU untuk mengambil alih ini untuk sinergi kami bikin taman sekaligus tempat parkir ke Kalijodo,” ujar Djarot di Kalijodo, Jakarta, Jumat (30/6/2017).

“Sekali lagi, ini Ibu Kota negara, kami tidak melarang warga luar Jakarta datang, tetapi dia tidak boleh di Jakarta kemudian tinggal di kolong-kolong jembatan, tidak boleh. Di bantaran sungai tidak boleh, tidak manusiawi,” ucapnya.



Kalijodo sendiri adalah sebuah maha karya mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Bagaimana tidak disebut sebagai maha karya, Ahok berhasil mengubah tempat yang dikenal sebagai tempat prostitusi, kini menjadi RPTRA dimana orang tua, muda-mudi, dan anak-anak bermain serta bercengkerama. Bahkan di RPTRA Kalijodo ada fasilitas skateboarding kelas dunia.

Perhatian Ahok kepada kawasan Kalijodo ini memang sangat besar. Bahkan meski sudah berada di dalam penjara, Ahok ingin RPTRA ini dilengkapi dengan fasilitas Masjid. PR yang sudah dititipkan kepada Djarot untuk segera diselesaikan.

Karena itu, menjaga Kalijodo tetap bersih dari bangunan liar, juru parkir liar, dan keliaran-keliaran lainnya menjadi sebuah kado indah untuk Ahok. Karena Kalijodo dan Ahok sudah seperti satu kesatuan. Bahkan karena maha karyanya ini, ada gelar diberikan kepada Ahok sebagai Sunan Kalijodo.

Djarot sepertinya memang sengaja mengecek rencana menjadikan kolong tol Kalijodo sebagai taman dan lahan parkir serta RPTRA hari jumat (30/6/2017) sekitar pukul 10.00. Karena Djarot ada rencana untuk mengunjungi Ahok setelah menyambut kedatangan Obama di bandara.

Djarot sepertinya akan membahas mengenai perkembangan Kalijodo kepada Ahok dan tentu saja mengucapkan selamat ulang tahun secara langsung. Karena sebelumnya, Djarot juga menyatakan bahwa Ahok sangat intens bertanya mengenai pembangunan Masjid di RPTRA Kalijodo.

Djarot sendiri punya doa dan harapan untuk sahabatnya Ahok yang kini dipenjara karena dituduh telah menistakan agama. Berikut doa dan harapannya.

“Saya sudah sampaikan, ya mudah-mudah beliau dikasih kesehatan, panjang umur, dan kesabaran untuk menghadapi berbagai macam ujian. Serta tetap ditanamkan keyakinan, bahwa perjuangan itu belum selesai,” kata Djarot Saiful Hidayat di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (30/6/2017).

“Suatu ketika nanti kebenaran dan keadilan akan menjadi pemenang, akan menyusul di belakang. Biarkan sejarah yang mencatat,” tambah Djarot Saiful Hidayat.

Djarot benar. Kita harus terus tanamkan keyakinan, bahwa perjuangan belum usai. Kebenaran dan keadilan akan selalu menjadi pemenang. Sejarah akan mencatat bagaimana Jakarta setelah masa Jokowi, Ahok, dan Djarot. Akankah kembali ke masa-masa suram ketika masih kumuh dan miskin?? Semua dikembalikan kepada Gubernur selanjutnya Anies Baswedan

Tugas Djarot adalah menyelesaikan tugas pemerintahan Jokowi-Ahok untuk menunjukkan bagaimana Jakarta seharusnya dibangun. Kalijodo adalah bukti sejarahnya. Tempat prostitusi bisa dijadikan tempat penuh peradaban yang aman dan nyaman bagi warga Jakarta.

Salam Kalijodo.

Sumber:seword.com



loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)

Populer