Ibu Rumah Tangga Ini Kabarnya Ditangkap Lantaran Menyinggung JK, Ini Kronologinya..

Baru aja ditinggal bikin kopi saya lihat di HP ada misscall 2 kali dari Ria Pane. Tumben kok jam 7 pagi udah nelpon. Saya tlp balik Ria. "Mbakkkk, Pebby Mbakk. Baca grup!" . Suara Ria panik. Terus saya buka grup WA.

"Guys.... byk org dtg ke rumah gw nih.. katanya dr kepolisian". Itu postingan Pebby Magdalena yg udah diikutin oleh komentar teman2 yg nggak terjawab lagi sama Pebby.

Saya WA direct ke dia kalo 1 jam lagi Pebby nggak jawab teman2 akan ke rumah Pebby. Belum sampai 1 jam temen saya Erni telpon dapat info dari suami Pebby bahwa Pebby udah diangkut ke Bareskrim Cyber Crime Polri di Taman Jati Baru, Tanah Abang. Tangan saya tiba-tiba dingin. Ingatan melayang ke 2014.

Rencananya pagi ini mau ke Kantor Pos. Tapi saya pikir lebih urgen untuk mendampingi Pebby. Saya kontak Pak Jun tanya sedikit info soal penjemputan ini. Menurut beliau ini berkaitan dengan kasus postingan di Facebook. Kalau kasus2 seperti ini, nama pertama yg saya ingat adalah Damar Juniarto dari Safenet. Penggiat revisi UUITE. Nggak sampai lima menit Damar sudah jawab dan langsung kordinasi. Saya dikasih kontak 2 orang lawyer LBH Pers yaitu Ade Wahyudin dan Gading.



Untung jalanan nggak terlalu macet. 1 jam saya udah sampe di Bareskrim. Polisi mengijinkan Victor dan saya untuk masuk mendampingi Pebby, selain Pak Jun. Saya boleh masuk di ruangan pemeriksaan dan mendengarkan Pebby di BAP. Sambil menunggu pengacara, Pebby diminta keterangan soal data2 pribadi dulu. Saya dengarkan polisi cukup baik mengajukan pertanyaan-pertanyan ke Pebby.

Selesai memberi data pribadi, saya sempat tanya ke Pebby kronologis peristiwa tadi pagi.

Jam 6 serombongan polisi datang ke rumah Pebby. Pihak berwajib menyampaikan dasar2 penjemputan Pebby. Setelah berganti pakaian Pebby dibawa langsung ke Kantor Bareskrim. Saat itu Pebby belum tau siapa yang melaporkan. Bahkan sampai mau di BAP pun belum dapat informasi itu. Polisi hanya menunjukkan Surat Perintah Penangkapan. Agak membingungkan buat Pebby karena nggak pernah ada surat pemanggilan sebelumnya. Tapi karena Pebby taat hukum, dia ikut ketika dibawa. Pebby diperlakukan dengan baik misalnya diperkenankan untuk sarapan sebelum pemeriksaan.

Cerita Pebby terhenti karena Ade dan Gading yang datang ke Bareskrim setelah mendapat info dari Damar. Salut karena kita nggak harus menunggu lama kehadiran mereka utk mendampingi pemeriksaan.

Keduanya minta waktu ke penyidik 10 menit untuk menggali informasi dari Pebby dan penanda tanganan surat kuasa. Setelah itu pemeriksaan dilanjutkan pada pukul 12.15. Selama pemeriksaan saya lihat Pebby dikasih keleluasaan untuk minum dsb. Sangat manusiawi.

Pak Jun, Victor dan saya diijinkan polisi utk menunggu. Kemudian datang Galesh dari Gema Demokrasi dan Destri dari LBH Keadilan Jakarta untuk memback up Ade dan Gading. Disusul kemudian oleh Pak Kiatno dari Solmet, Solidaritas Merah Putih (sekarang Pak Kiatno udah pulang).

Berdasarkan pengenaan pasal 27 ayat 3 UUITE yg diterapkan ke Pebby, dugaan penangkapan Pebby adalah beberapa postingan2 dia di Facebook, yang kalau dilihat dari kacamata kita sebagai netizen itu masih biasa. Saya lihat itu hanya sekedar kritik dan penyampaian pendapat.

Kita tidak permasalahkan proses penangkapan ini. Berdasarkan undang2 memang memungkinkan untuk langsung dilakukan penangkapan.

Tapi yang memprihatinkan adalah adanya upaya pembungkaman terhadap warga sipil. Pebby hanya warga biasa, ibu rumah tangga yg punya usaha kecil-kecilan tapi dia concern masalah negara. Kalau ada kritik thd pejabat publik ya wajar

Sumber: Akun Media sosial Facebook




loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih ;)

Populer